Kucing Busok sebagai Modal Politik Lokal Pulau Raas: Konservasi, Tata Kelola, dan Strategi Pariwisata

Penulis

Kata Kunci:

Ekonomi Politik, Legitimasi Politik Lokal, Pasar Wisata Global, Politik Simbolik, Simbol Fauna Ras

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kucing Busok sebagai modal politik lokal dalam konteks konservasi, tata kelola pemerintahan (governance), dan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pulau Raas, yang masuk wilayah Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sebagai satu-satunya kucing ras endemik diindonesia saat ini yang diakui secara internasional, Kucing Busok memiliki nilai ekologis, kultural, dan politik yang signifikan, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai simbol identitas lokal dan instrumen kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, serta laporan lembaga terkait yang membahas politik lokal, konservasi satwa, governance, dan pariwisata berbasis komunitas. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi keterkaitan antara pelestarian fauna endemik dan pembentukan legitimasi politik lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa, pada tahun 1990-an, Kucing Busok sempat jadi oleh-oleh bagi tamu istimewa yang mengunjungi Pulau Raas Madura. Karena kegiatan itu, keberadaan Busok lambat laun semakin langka. Saat ini kemurnian genetik Kucing Busok dijaga secara ketat oleh masyarakat setempat melalui norma sosial yang melarang pengeluaran kucing ini dari Pulau Raas tanpa melalui proses kebiri atau sterilisasi. Praktik ini berfungsi sebagai mekanisme konservasi berbasis komunitas guna menjaga keaslian genetik dan keberlanjutan populasi. Upaya pelestarian tersebut semakin diperkuat dengan adanya pengakuan internasional dari World Cat Federation (WCF) pada November 2022 yang menetapkan Kucing Busok sebagai kucing ras asli Indonesia. Studi ini berkontribusi pada pengembangan kajian politik lokal dengan menempatkan fauna endemik sebagai modal politik strategis dalam kebijakan konservasi dan pariwisata berbasis identitas lokal, khususnya bagi segmentasi wisata pecinta hewan (animal lovers) global.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Versi